30

Aku bukan orang yang mudah jatuh,

tapi sekali tenggelam,
sayangnya, aku bisa tinggal bertahun-tahun
di perasaan yang sama.

Aku pernah duduk di dekatmu,
mendengar cerita-ceritamu
seperti seseorang yang tak ingin melewatkan
satu pun bagian dari hidupmu
meski aku tahu
aku bukan lagi tokoh penting di dalamnya.

Ada hal-hal kecil yang kusimpan,
yang mungkin bahkan kau lupa
tentang usia yang kau sebut
sebagai awal dari sebuah impianmu.

Dan aku di sini,
masih di tempat yang sama,
dengan rasa yang tak pernah benar-benar pergi,
hanya belajar diam lebih rapi.

Waktu berjalan pelan,
lalu tiba-tiba sampai.

Dan kini kau tiba lebih dulu genap
di ambang umur yang dulu kau impikan,
dan kudengar
langkahmu tak lagi sendiri.

Barangkali memang sudah waktumu
menyempurnakan kisah hidupmu pada satu nama,
sementara aku masih meraih
pada banyak hal yang belum selesai kukejar.

Sedih, tentu saja....
tapi mungkin inilah cara semesta
menutup cerita masa lalu

Aku pun tak benar-benar mengerti,
apakah impian yang ku kejar ini yaitu langkahku sendiri
atau sekadar cara untuk menjauh
dari bayangmu yang tak pernah usai.

Sayangnya, apa pun jawabannya,
kita memang tak ditulis
untuk saling bertemu di tengah.

Mungkin memang sudah waktunya
bukan untuk memiliki,
tapi untuk melepaskan
tanpa harus membenci.

Sebab tidak semua yang kita jaga
ditakdirkan untuk kita genggam.

Dan kali ini,
aku memilih melangkah
bukan karena berhenti merasa,
tapi karena akhirnya aku mengerti...

Bahwa ada rasa yang cukup disimpan,
lalu dilepas
agar hidup bisa berjalan ke depan.