Tuhan,
jika Engkau sedang menghitung waktu,
kumohon
perlambat sedikit saja.
Masih ada hal-hal
yang belum sempat kutaruh di tangannya,
hal-hal kecil
yang selama ini hanya kusimpan sebagai niat.
Aku tahu,
kami tidak selalu lembut satu sama lain,
kata-kata kadang lebih tajam
dari yang seharusnya,
dan jarak sering tercipta
bahkan saat kami duduk berdekatan.
Tapi ada sesuatu yang tak pernah benar-benar pergi,
diam-diam tinggal
di sudut yang tak terlihat.
Jika boleh,
jangan dulu panggil dia pulang.
Biarkan aku selesai
dengan caraku sendiri
membalas tanpa banyak suara,
menjaga tanpa harus sempurna.
Dan bila ada yang harus ditukar,
biarlah aku yang mendekat pada sisimu,
sebab aku tak pernah benar-benar meminta
hari-hari panjang untuk diriku sendiri,
semua yang ingin kuraih
selalu kuletakkan atas namanya.
Jangan ambil dia dulu,
sebab tanpa itu,
aku tak tahu lagi
ke mana arah harus kupulang.
Sebab,
ada kasih yang tak pandai diucapkan,
tapi selalu tahu
ke mana harus kembali.