Di Antara Canda dan Rasa

Di antara kita
tak pernah ada kata mulai,
tapi juga tak pernah benar-benar selesai.

Kita bertemu di jam-jam ganjil,
di sela tawa yang setengah serius,
dan kalimat yang selalu punya jalan pulang
terbiasa melontarkan jenaka yang mengandung makna tersirat

Kamu datang seperti jeda,
tidak menetap,
tapi cukup lama untuk membuat
hening terasa berbeda.

Aku belajar membaca yang tak diucap
dari kalimat yang sederhana,
sampai perthatianmu yang semu
aku pun bingung apa maksud tersiratmu.

Kita seperti dua garis tipis,
sering berdekatan,
tak pernah benar-benar berpotongan.

Ada hangat,
tapi tak cukup berani jadi api.
Ada rasa,
tapi disembunyikan di balik tawa.

Dan entah kenapa,
yang paling melelahkan bukan menunggumu,
tapi menahan diri
untuk tidak bertanya:
“sebenarnya kita ini apa?”

Mungkin kita hanya persinggahan,
atau mungkin hanya waktu yang salah.
Tapi untuk saat ini,
kita adalah…
sesuatu yang terasa,
tanpa pernah diberi nama.